Minuman keras mengakibatkan mabuk sehingga kehilangan kesadaran. Itu sebabnya minuman keras menjadi haram karena banyak kejahatan yang muncul akibat mabuk minuman keras. Keberanian bertambah, namun otak tidak bisa berpikir.
Ada cerita seseorang yang dipaksa untuk memilih antara berzina, membunuh anak bayi atau meminum minuman keras. Ia merasa bahwa dosa yang paling ringan adalah meminum minuman keras. Ia pun memilih meminum minuman keras.
Setelah mabuk, ia berzina dan membunuh anak bayi yang tadi ia hindari untuk melakukannya. Akalnya hilang setelah mabuk. Wajar dikatakan bahwa minuman keras adalah ibu bagi semua kejahatan. Ia melahirkan banyak kerusakan.
Secara ilmiah, kandungan etanol di dalam minuman keras mempengaruhi kerja otak dan syaraf. Etanol membuat syaraf melambat dan komunikasi antar sel otak terganggu. Akibatnya orang mabuk tidak bisa berpikir sama sekali.
Mabuk Cinta kepada Manusia
Mabuk karena minuman keras bisa difahami secara logika. Pertanyaannya, bagaimana dengan mabuk karena cinta kepada manusia? Apa iya cinta bisa membuat mabuk sehingga menghilangkan akal dan kesadaran?
Di dalam cerita fiksi, ada kisah kisah Laila Majnun. Kisah tentang Qois yang mabuk cinta kepada Laila. Ketika cintanya terhalang, Qois menjadi seperti orang gila (majnun). Ia berbicara dengan binatang karena saking rindunya. Qois melihat, seakan-akan binatang tersebut adalah Laila. Qois bahkan mencium-cium dinding rumah Laila saking mabuknya.
Qois hanyalah cerita fiksi yang merupakan karangan manusia. Bagaimana di dunia nyata? Adakah mabuk cinta kepada manusia yang membuat kehilangan kesadaran? Di dalam sejarah ada kisah Zulaikha, istri menteri di kerajaan Mesir, yang mabuk cinta kepada Nabi Yusuf. Mabuk yang membuatnya melakukan perbuatan nekat.
Wanita-wanita di kota Mesir mentertawakan Zulaikha. Seperti apa sih rasanya mabuk karena begitu cinta kepada manusia? Ada-ada saja Zulaikha.
Zulaikha mengundang wanita-wanita pembesar di kota Mesir ke rumahnya. Zulaikha menghidangkan buah dan menyediakan pisau untuk mengupasnya. Saat mereka sedang mengupas buah dengan menggunakan pisau, Zulaikha menyuruh Nabi Yusuf berjalan melewati mereka.
Ketampanan Nabi Yusuf membuat mereka terpesona. Tanpa sadar mereka mengiris-iris tangan mereka dengan pisau. Kisah ini diceritakan di dalam Al-Quran:
Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka". Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia" (QS. Yusuf ayat 31)
Zulaikha tidak perlu menjelaskan dengan kata-kata untuk menggambarkan ketampanan Nabi Yusuf kepada para wanita di kota Mesir. Ketampanan Nabi Yusuf yang memabukkan susah untuk diterjemahkan dengan kata-kata. Seperti lirik lagu Komang yang dinyanyikan Raim Laode, "Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata. Dunia berhenti sejenak menikmati indahmu."
Zulaikha membuktikan ketampanan dan kegagahan Nabi Yusuf bisa membuat mabuk. Memang susah untuk dijelaskan dengan kata-kata. Hanya dengan mengalami sendiri baru bisa untuk percaya.
Mabuk Cinta kepada Tuhan
Pertanyaan lebih lanjut, bisakah manusia mabuk cinta kepada Allah SWT? Apakah peristiwa fana, sakr, dan ghaibah yang dialami sufi itu benar-benar ada? Sepertinya itu cerita dongeng yang dibuat-buat.
Mabuk karena minuman keras bisa dijelaskan secara ilmiah. Kandungan etanol membuat otak tidak berfungsi. Mabuk karena cinta kepada manusia mudah difahami. Ketampanan dan kegagahan bisa membuat terpana. Mabuk cinta kepada Allah SWT, apa yang dirasakan? Bukannya Allah SWT tidak bisa dilihat dan tidak boleh dibayangkan?
Perasaan cinta tidak dapat dibuktikan karena terletak di dalam hati. Di ruang pengadilan, Hakim terhebat pun tidak bisa membuktikan perasaan cinta atau hanya berpura-pura cinta. Apa iya memang ada orang yang sampai mabuk cinta kepada Allah SWT? Jangan-jangan hanya bualan agar dianggap hebat dan luar biasa.
Di dalam Al-Quran, Allah SWT telah bersaksi tentang adanya orang-orang yang jatuh cinta kepadaNya. Orang-orang yang ketika disebut nama Allah SWT akan bergetar hatinya (QS. Al-Anfal Ayat 2). Orang-orang yang sangat cinta kepada Allah SWT (QS. Al-Baqarah ayat 165). Cukuplah persaksian Allah SWT sebagai bukti.
Allah SWT berfirman:
Katakanlah (Muhammad), "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, serta tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada berjihad di jalan-Nya, tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Allah tidak memberi petunjuk terhadap kaum yang fasik. (QS. At-Taubah ayat 24)
Ayat ini menjadi dalil perintah untuk mencintai Allah SWT dan RasulNya. Ayat ini juga menjadi dalil bahwa perasaan cinta kepada Allah SWT dan RasulNya itu bisa diwujudkan. Jika cinta tidak bisa diwujudkan, tentu ayat ini tidak bisa dilaksanakan. Rindu kepada Allah SWT itu nyata ada. Senyata adanya rindu kepada anak dan istri.
Jalan untuk Merasakan Mabuk Cinta KepadaNya
Orang-orang yang belum merasakan getaran rindu dan cinta kepada Allah SWT akan terus bertanya. Sulit menjelaskannya, sesulit Zulaikha menjelaskan perasaannya kepada wanita-wanita Mesir. Daripada repot menjelaskannya, Zulaikha memilih untuk membuat mereka merasakan sendiri rasanya.
Para sufi juga sulit menceritakan rasa cinta kepada Allah SWT dan RasulNya. Mereka memilih untuk membuat orang-orang yang bertanya merasakan sendiri sensasi rasanya.
Para sufi hanya memberikan passwordnya. Mau tahu passwordnya? Berikut passwordnya: "Ilahi, Anta maqsudi, wa ridhoKa matlubi, a'thini mahabbataKa wa ma'rifataKa. (Tuhanku, Engkaulah tujuanku dan ridho-Mu yang kucari. Anugerahkanlah kepadaku cinta kepada-Mu dan mengenal-Mu.)"
Wallahu a’lam bishshowab



Posting Komentar