UXGwYckfCgmqHszQE5iamiTBKMiIQBNym46UNkvU
Lembar Nasihat

Memangnya Tuhan butuh Ibadah Kamu?

 

Ada cerita seseorang yang mengatakan kepada Kiai bahwa ia tidak mengerjakan sholat. Kiai tersebut menjawab bahwa Tuhan tidak memerlukan ibadahnya. Kekuasaan Tuhan tidak berkurang meskipun semua manusia tidak menyembahNya.

Tumbuhan, hewan, gunung, laut, dan bintang semua bertasbih kepada Allah SWT. Manusia hanya salah satu makhluk Allah SWT. Jumlah jin saja beberapa kali lipat jumlah manusia. Belum lagi malaikat yang jumlahnya berlipat-lipat kali jumlah gabungan manusia dan jin.

Hamba Allah SWT berupa Malaikat

Pada setiap manusia ada dua malaikat yang bertugas mencatat amal di kanan dan kirinya. Ada juga malaikat yang menjaga manusia dari depan dan belakang. Artinya minimal ada empat malaikat yang selalu berada di sisi manusia.

Pada waktu shubuh dan ashar terjadi pergantian tugas malaikat siang dengan malaikat malam. Jadi, untuk satu manusia saja minimal ada delapan malaikat yang bertugas

Belum lagi malaikat yang bertugas membagi rejeki, mendatangi majelis dzikir, mencabut nyawa, menjaga Surga/Neraka, dan yang menjalankan tugas-tugas lainnya. Ada malaikat yang tugasnya hanya berdiri sejak diciptakan. Ada juga yang hanya bersujud dan bertasbih sampai hari kiamat.

Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa tidaklah ada satu jengkalpun (di langit) melainkan pasti ada malaikat yang sedang sujud. Langit penuh dengan malaikat yang berlapis-lapis menyembah Allah SWT.

Ada sebuah tempat yang bernama Baitul Ma'mur. Setiap hari Baitul Ma'mur dikunjungi tujuh puluh ribu malaikat. Malaikat yang sudah pernah ke Baitul Ma'mur tidak akan pernah mengunjunginya lagi. Setiap hari Baitul Makmur didatangi malaikat yang belum pernah mendatanginya.

Berapa kira-kira jumlah malaikat yang mengunjungi Baitul Ma'mur sampai hari kiamat kelak? Bisa dibayangkan jumlah hari dikalikan dengan tujuh puluh ribu malaikat? Sebagai gambaran, menurut para ahli, umur bumi saat ini diperkirakan sekitar empat koma lima milyar tahun.

Itu baru dilihat dari sisi jumlah. Bagaimana dengan ukuran malaikat? Besarnya beberapa malaikat tergambar dari hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.

Di dalam hadits Bukhari diceritakan peristiwa saat Nabi Muhammad SAW dilempari para penduduk Thaif. Ada malaikat yang mendatanginya dan berkata, “Wahai Muhammad, sekarang tergantung keinginanmu. Jika engkau mau, aku akan menimpakan dua gunung itu kepada mereka,” Bayangkan besarnya malaikat yang bertugas menjaga gunung.

Dalam hadits lain Nabi Muhammad SAW bersabda:
Aku telah diijinkan untuk menceritakan tentang malaikat dari malaikatnya Allah yang memanggul Arsy, sungguh jarak antara kuping dan pundaknya sepanjang perjalanan tujuh ratus tahun. (HR Abu Dawud)
Orang pertama yang diverifikasi secara resmi berhasil mengelilingi bumi dengan berjalan kaki adalah Dave Kunst (Amerika Serikat). Ia menempuhnya dalam waktu empat tahun. Artinya jarak yang bisa ditempuh selama empat tahun berjalan kaki sekitar empat puluh ribu kilo meter (panjang keliling bumi).

Mengingat kecepatan berjalan rata-rata manusia sekitar empat kilo meter per jam, berarti Dave Kunst tidak berjalan seharian. Menurut hitungan penulis, Dave Kunst hanya berjalan sekitar tujuh jam setiap harinya.

Perjalanan Dave Kunst mengelilingi dunia selama empat tahun dengan berjalan kaki mungkin bisa menjadi gambaran besarnya malaikat-malaikat pemanggul Arsy. Jika jarak antara kuping dan pundak mereka sama dengan tujuh ratus tahun perjalanan, berapa besarnya mereka. Wallahu a'lam

Itu dilihat dari sisi ukurannya. Bagaimana dengan keindahan dan kedahsyatan malaikat? Di dalam Al-Quran surah An-Najm ayat 13 diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah melihat malaikat Jibril dalam bentuk aslinya. Keindahan malaikat Jibril tergambar dalam hadits berikut:
Aku melihat Jibril tatkala di Sidratul Muntaha, dirinya memiliki enam ratus sayap yang menaburkan dari bulunya intan dan permata dengan warna yang berbeda-beda. (HR Ahmad)

Ibadah adalah Kebutuhan Manusia

Kekuasaan Allah SWT begitu besar. Betapa jahil orang yang merasa memberikan jasa kepada Allah SWT saat beribadah. Allah SWT Maha Kaya dari membutuhkan ibadah makhluknya.

Apakah dengan meninggalkan minuman keras, judi, dan berzina Allah SWT mendapat keuntungan? Semua larangan tersebut justru untuk mencegah manusia mengalami kehancuran dan kerusakan.

Apakah Allah SWT membutuhkan infak dari hambaNya?. Efek infak itu akan kembali kepada hambaNya. Ini dijelaskan di dalam ayat berikut:
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini. (QS Muhammad 38)
Semua perintah ibadah adalah untuk kebaikan hamba, bukan buat Allah SWT. Seharusnya hamba berterimakasih kepada Allah SWT.

Manusia Membutuhkan Allah SWT

Keluguan rasa berjasa juga ada di dalam pikiran beberapa orang-orang Arab Badui. Mereka mengira telah berjasa kepada Nabi Muhammad SAW karena telah masuk Islam. Al-Quran menjelaskan sudut pandang yang harus mereka fahami:
Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah-lah yang melimpahkan nikmat kepadamu atas petunjuk-Nya kepadamu kepada iman, jika kamu adalah orang-orang yang benar. (QS. Al-Hujurat ayat 17)
Arab Badui merasa berjasa kepada Nabi Muhammad SAW karena masuk Islam. Padahal sebenarnya Nabi Muhammad SAW-lah yang telah berjasa kepada mereka.

Manusia setiap saat sangat membutuhkan Allah SWT yang memberi rejeki, mendetakkan jantung, memompa paru-paru, memberi rasa lapar, dan mengilhamkan pengetahuan. Kok bisa ada manusia yang merasa berjasa dengan ibadahnya? Kok bisa tidak mau beribadah? Sedangkan ikan di lautan dan semut di sarang saja bertasbih kepada Allah SWT.

Kembali kepada seseorang yang berada di awal tulisan. Setelah ia mengetahui bahwa Tuhan tidak membutuhkan ibadahnya ia bertanya kepada kiai, "Apakah sebaiknya saya sholat lagi ya?" Sang kiai menjawab, " Sak karepmu."

Wallahu a’lam bishshowab
Lebih lamaTerbaru

1 komentar

Translate