UXGwYckfCgmqHszQE5iamiTBKMiIQBNym46UNkvU
Lembar Nasihat

Program Cinta

 

Rini menghadiri acara ulang tahun perusahaan tempat ia bekerja. Selesai kegiatan seremoni, tibalah acara makan-makan. Rini bersama rekan kerjanya, sesama staf pemasaran, menuju meja hidangan.

Meja hidangan dibedakan antara hidangan untuk staf dan hidangan untuk para manajer. Di meja untuk manajer tertulis papan "Khusus Manajer". Tentu saja staf biasa akan sungkan untuk duduk di meja tersebut.

Meja untuk dewan direktur berada di ruangan khusus yang terpisah dengan ruangan hidangan staf dan manajer. Berbeda dengan staf dan manajer, para direktur diundang bersama pasangannya. Sudah bisa dipastikan menu di ruangan tersebut tentulah istimewa.

Salah seorang rekan Rini berkata, "Enak ya jadi direktur. Menunya lengkap. Ada aroma kambing guling waktu saya lewat tadi. Kapan saya bisa makan di sana?" Rekan yang lain berkata, "Butuh bekerja bertahun-tahun untuk bisa masuk ke sana. Itupun kalau punya kecerdasan dan kinerja yang hebat."

Saat mereka hendak menyantap hidangan, datang pelayan yang menghampiri Rini. Ia mengatakan bahwa Rini dipanggil untuk makan di ruang bersama dewan direktur. "Haah!" Rekan-rekan Rini terkejut dan melongo. Bagaimana mungkin Rini yang paling yunior di antara mereka bisa makan bersama dewan direktur?

Pintu ruangan dewan direktur terbuka. Terlihat Hasan yang menjabat Direktur Keuangan keluar dari ruangan. Ia merupakan direktur yang paling muda di antara para direktur. Hasan melambaikan tangannya ke arah Rini sambil tersenyum.

Terjawab sudah alasan Rini diminta bergabung dengan dewan direktur. Diam-diam Rini sudah bertunangan dengan Hasan. Ia adalah kekasih salah satu direktur di perusahaan tersebut.

Jika rekan-rekannya butuh waktu bertahun-tahun bekerja keras untuk dapat bergabung dengan dewan direktur, Rini tidak demikian. Ia mendapat jalan pintas dengan menjadi kekasih direktur. Rini yang akan menjadi istri direktur menyalip teman-temannya.

Mencapai Surga yang Tinggi dengan Program Cinta

Demikian juga ibadah. Ada orang-orang yang mungkin ibadahnya sedikit. Mungkin kualitas ibadahnya rendah, namun ia sangat mencintai orang-orang yang kualitas ibadahnya luar biasa. Ia akan dikumpulkan di surga yang sama sebagaimana hadits berikut:
Dari Anas RA , dia mengatakan bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat. Orang itu berkata, "Kapankah hari kiamat itu?" Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam balik bertanya, "Apa yang telah engkau persiapkan untuk hari itu?" Orang itu menjawab, "Tidak ada, hanya saja sesungguhnya saya mencintai Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya." Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai."

Anas RA berkata, “Kami tidak pernah merasakan kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan kami ketika mendengar sabda Rasulullah , ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’

Anas RA berkata, "Saya mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar. Saya berharap bisa bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka meskipun saya tidak mampu melakukan amalan yang mereka lakukan." (HR. Bukhari)
Lelaki yang bertanya kepada Nabi mengakui bahwa amal ibadahnya tidak banyak. Bahkan bisa dikatakan "Tidak ada". Namun ia sangat mencintai Allah SWT dan Nabi. Nabi menjamin lelaki tersebut akan bisa bersama dengan yang dicintainya di hari kiamat.

Bekerja Penting, Memiliki Koneksi juga Penting

Beramal sholeh adalah hal yang penting. Namun, program "cinta" juga merupakan hal yang penting. Banyak orang sibuk beribadah tapi melupakan program cinta. Sibuk beramal tapi tidak berusaha untuk mencintai Nabi dan para kekasih Allah SWT. Padahal Nabi telah bersabda:
"Didiklah anak-anakmu atas tiga hal: mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya dan membaca Alquran. Sebab, orang yang mengamalkan Alquran nanti akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tiada naungan kecuali dari-Nya bersama para nabi dan orang-orang yang suci.” (HR. At Tabrani)
Mencintai para ulama dan para kekasih Allah SWT juga merupakan bagian dari mencintai Nabi. Mereka adalah para pewaris Nabi. Nabi berkata,"Ulama waratsatul anbiya."

Mengejar derajat para ulama dan para kekasih Allah SWT adalah hal yang sulit. Disebabkan ilmunya dan kedekatannya dengan Allah SWT, satu rakaat mereka pahalanya bisa ribuan kali pahala rakaat orang-orang awam. Namun, kesempatan untuk berkumpul di surga bersama mereka tetap terbuka.

Mereka yang bisa berkumpul bersama para ulama dan para kekasih Allah SWT adalah mereka yang mencintai para ulama dan para kekasih Allah SWT. Di akhirat, cinta ini akan tampak dengan jelas. Semua yang berpura-pura cinta akan terbongkar. Semua kemunafikan akan tersingkap.

Memilih Program Cinta yang Salah

Cinta kepada para ulama dan para wali Allah SWT adalah cinta yang dilandasi atas dasar ketakwaan. Cinta ini akan kokoh dan kuat di akhirat. Sebaliknya, orang-orang yang saling mencintai atas dasar keduniaan dan syahwat, di akhirat akan saling membenci dan menyalahkan. Orang-orang yang bersahabat di dunia atas kejahatan dan kemungkaran di akhirat akan saling menyalahkan. Allah SWT berfirman:
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS. Az Zukhruf ayat 67)
Meskipun di dunia saat ini bersahabat, saat di akhirat, orang-orang yang diajak berbuat jahat akan menyalahkan orang-orang yang mengajaknya. Mereka meminta kepada Allah SWT agar orang-orang yang mengajak disiksa dua kali lebih berat. Allah SWT berfirman:
Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar. (QS. Al Ahzab ayat 67-68)
Setan dan orang-orang yang mengajak kejahatan tidak mau disalahkan atas dosa yang dilakukan para pengikutnya. Mereka beralasan bahwa itu semua atas pilihan yang diajak. Yang diajak bebas memilih mau atau tidak. Sial sekali. Akibat memilih cinta yang salah.

Wallahu a’lam bishshowab
Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Translate