Beberapa waktu yang lalu istri penulis sakit influenza. Ia mengatakan rasanya lebih parah dari pada sakit covid yang pernah dialami. Nyeri di otot dan perut terasa mual. Makan sedikit langsung ingin muntah. Tubuh terasa betul-betul lemah.
Setelah mencari informasi di internet, didapatkan info di Jember sedang marak influenza tipe A. Gejalanya sama dengan yang dialami istri penulis. Rumah sakit - rumah sakit di Jember penuh karena pasien melebihi kapasitas.
Beberapa penderita mengatakan bahwa gejalanya memang terasa lebih berat dari pada penyakit covid. Istri memutuskan tidak usah ke dokter karena menganggap ia hanya sakit influenza tipe A.
Setelah beberapa hari gejala mereda, ia mengira tubuh sudah pulih. Namun, hari berikutnya tubuh kembali lemas dan mual-mual. Istri penulis kembali beristirahat di tempat tidur. Begitu juga dengan pekan berikutnya, setelah merasa pulih, hari berikutnya kembali lemas. Akhirnya Istri penulis mau diajak ke dokter.
Ternyata selain penyakit influenza yang diderita, ada penyakit lain yang menyerang yaitu tipes. Dokter mengatakan bahwa kondisinya memang ribet karena penyakit influenza disebabkan virus, sedangkan penyakit tipes disebabkan bakteri. Tubuh berperang melawan dua jenis mikroorganisme yang berbeda.
Bakteri tipes menyerang pencernaan sehingga mengurangi penyerapan nutrisi makanan, di sisi lain tubuh membutuhkan nutrisi tingkat tinggi untuk melawan virus influenza. Pantas saja tipesnya nggak sembuh-sembuh karena perut di jejali makanan-makanan yang bisa melawan influenza tetapi membuat pencernaan bekerja berat. Penyembuhannya tidak secara simultan.
Ternyata gejala bisa menipu. Mendung tidak selalu berarti hujan. Minimnya pengetahuan bisa mengakibatkan kecerobohan. Merasa tidak membutuhkan dokter untuk menganalisa dan mendiagnosis.
Tanpa bantuan dokter, penderita bisa tertipu dengan gejala penyakit yang merupakan kombinasi dari beberapa penyakit. Bahkan, meskipun hanya satu penyakit, kesimpulan bisa salah karena terkadang gejala yang muncul berada di bagian tubuh yang berbeda dengan akar penyakit.
Ada penyakit jantung yang disebabkan karena gigi berlubang. Gigi yang berlubang dapat menyebabkan infeksi yang menimbulkan nanah. Saat mengunyah atau menyikat gigi, bakteri dari lubang gigi bisa masuk ke pembuluh darah. Bakteri tersebut akan membuat jantung mengalami infeksi.
Menyembuhkan penyakit jantung akibat bakteri dari gigi berlubang ini tentu memerlukan dua tindakan. Menyembuhkan jantungnya dan menambal giginya. Ini yang disebut penyembuhan secara holistik (penanganan secara keseluruhan)
Demikian juga dengan permasalahan kehidupan. Ada orang yang mengalami masalah yang tidak selesai-selesai disebabkan tidak mengetahui akar masalahnya. Ia fokus menyelesaikan masalah yang sebenarnya memiliki pemicu yang justru ia biarkan.
Saat alarm kebakaran berbunyi yang harus dilakukan adalah memadamkan api. Mengeluarkan asap dari ruangan bukan solusi. Mematikan alarm yang meraung-raung juga bukanlah solusi. Justru alarm kebakaran itu merupakan tanda ada api yang harus ditangani.
Penulis berkenalan dengan seorang ustadz yang dakwahnya didedikasikan untuk menolong seseorang menemukan masalah pemicu yang menimbulkan ujian berat dalam kehidupan. Membantu menemukan titik api di tengah kebingungan seseorang yang berada di dalam ruangan yang penuh asap.
Awalnya beliau pernah mengalami masalah kehidupan berupa utang yang sangat besar. Utang yang membuatnya sempat pergi ke luar negeri. Setelah bertemu dengan seorang guru yang membimbingnya, beliau bisa menganalisa dan mengurai masalah dirinya.
Dengan bimbingan gurunya, beliau bisa memperbaiki kesalahannya dan melunasi utangnya. Beliau kini menjadikan dirinya relawan untuk membantu menyelesaikan orang-orang yang mengalami masalah kehidupan.
Sudah banyak orang-orang yang beliau bantu sehingga mampu menyelesaikan masalahnya. Dengan diketahui pemicunya, menyelesaikan masalah menjadi lebih mudah.
Bagi yang sudah hafal polanya, ini adalah hal yang mudah. Seperti dokter yang bisa dengan cepat mengetahui mana yang merupakan akar penyakit dan mana yang hanya gejala (symptom).
Perbedaannya, untuk mencari penyebab penyakit jasmani, dokter cukup fokus pada tubuh pasien. Dokter akan mengukur tanda-tanda tubuh dan menanyakan gejalanya kepada pasien. Untuk menganalisa penyebab masalah kehidupan, perlu pengamatan yang lebih luas. Masalah yang timbul pada seseorang bisa disebabkan oleh kesalahan orang lain yang memiliki hubungan dengannya.
Masalah pada anak bisa disebabkan karena kesalahan anak tersebut atau kesalahan orang tuanya. Masalah yang timbul pada istri bisa disebabkan kesalahan istri tersebut, bisa juga karena kesalahan yang dilakukan suaminya. Belum lagi masalah kombinasi yang disebabkan oleh gangguan jin. Perlu pendeteksian secara khusus dengan ruqyah bacaan Al-Quran untuk mengetahuinya.
Anak yang bermasalah bisa jadi bukan murni kesalahan dari anak tersebut. Perlu dikumpulkan data terkait hal-hal yang dilakukan orang tuanya. Apakah nafkah yang diberikan berasal dari harta yang halal? Apakah ada janji/nadzar orang tuanya yang belum dilaksanakan? Atau ada kesalahan lain yang dilakukan orang tuanya.
Berkaca dari kasus-kasus yang beliau tangani, sebagaimana penyakit yang harus diselesaikan dengan pendekatan holistik, masalah kehidupan juga harus diselesaikan dengan pendekatan holistik. Perlu bagi seseorang untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT atas masalah kehidupan yang dia alami. Bisa jadi solusi yang ia lakukan saat ini bukan menyelesaikan akarnya.
Bisa jadi ada yang fokus memikirkan strategis bisnis yang terus merugi, padahal masalah utamanya adalah sikapnya yang tidak pantas kepada orang tuanya. Bisa jadi ada yang fokus menerapi anak yang bandel, padahal masalahnya berakar dari perbuatan dosa orang tua yang belum dibayar dengan taubat.
Wallahu a’lam bishshowab



Posting Komentar