UXGwYckfCgmqHszQE5iamiTBKMiIQBNym46UNkvU
Lembar Nasihat

Manusia Penjaga Pilar Dunia


Manusia memiliki dua ginjal. Apa yang terjadi jika salah satu ginjal diangkat? Ginjal yang tersisa akan membesar. Mengambil alih tugas ginjal yang telah dibuang.

Tubuh manusia memiliki sistem yang menjaga keseimbangan. Contoh lainnya, jika bakteri penyakit di dalam tubuh meningkat maka sel darah putih di dalam tubuh juga akan bertambah.

Pada tubuh orang dewasa normal, jumlah sel darah putih sekitar empat ribu sampai sebelas ribu sel per mikro liter darah. Itu sudah cukup untuk membunuh bakteri penyakit yang masuk melalui makanan, minuman atau udara secara wajar.

Saat tubuh mendeteksi bakteri penyakit yang masuk ke dalam tubuh lebih dari biasanya, tubuh bereaksi. Tubuh memperbanyak pasukan sel darah putih untuk mengimbangi bakteri penyakit.

Hukum keseimbangan ini membuat dokter mudah mendeteksi penyakit. Jika hasil laboratorium menunjukan bahwa sel darah putih melewati angka normal, itu tanda adanya infeksi. Tubuh pasien diserang bakteri sehingga menambah jumlah sel darah putih untuk bertahan.

Dokter akan berusaha membantu pasien dengan memberikan antibiotik yang bisa membunuh bakteri. Untuk memastikan antibiotik yang pas, dokter biasanya akan menanyakan gejala yang dirasakan pasien sehingga bisa mengira-ngira bakteri apa yang sedang menyerang.

Alam Menjaga Keseimbangan

Hukum keseimbangan juga berlaku di alam semesta. Ada proses penjagaan keseimbangan untuk menghindari kehancuran.

Contohnya keseimbangan ekosistem. Di dalam ekosistem ada unsur-unsur yang saling terkait. Jika satu unsur jumlahnya bertambah, maka unsur lain juga otomatis akan bertambah untuk mengimbangi.

Misalnya di dalam ekosistem padang rumput. Ada unsur rumput sebagai produsen, kelinci sebagai konsumen level satu, serigala sebagai konsumen level dua, dan jamur atau bakteri sebagai pengurai.

Jika jumlah kelinci terlalu banyak, rumput akan habis dan ekosistem akan hancur. Untuk mengimbanginya, alam akan menambah jumlah serigala. Dengan semakin banyak serigala, otomatis jumlah kelinci akan berkurang.

Sebaliknya jika jumlah kelinci terlalu sedikit, jumlah serigala pun akan berkurang dengan drastis. Jumlah serigala akan berkurang sampai pada titik yang membuat kelinci sempat untuk berkembang biak.

Alam menjaga keseimbangannya untuk mengindari kehancuran. Kehancuran akan terjadi akibat perbuatan yang merusak keseimbangan.

Pertarungan Kebaikan Melawan Kejahatan

Dari kaca mata agama, pertempuran antara kebaikan dan kejahatan juga menentukan kerusakan alam semesta. Agar bencana tidak turun, jumlah kebaikan minimal harus mengimbangi jumlah kejahatan.

Alam akan mengalami kehancuran jika banyak kejahatan yang dilakukan. Setiap dosa dan kemaksiatan yang dilakukan manusia akan mencabut keberkahan yang ada di alam.

Ketika kemaksiatan sudah merajalela, adzab akan turun menghancurkan semuanya. Bahkan hewan dan tumbuhan pun merasakan akibatnya.

Perbuatan maksiat yang dilakukan segelintir manusia bisa menurunkan adzab. Mereka yang tidak berbuat dosa pun terkena getahnya. Allah SWT berfirman:
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS. Al Anfal ayat 25)
Di sisi lain, perbuatan kebaikan dan ketakwaan akan memberikan keberkahan. Kesejahteraan dan kemakmuran muncul jika manusia berbuat baik. Allah SWT berfirman:
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A'raf ayat 96)
Manusia-manusia yang dicintai Allah SWT bisa membawa keberkahan pada daerah tempat tinggalnya. Contoh keberkahan yang dirasakan pada fase pemerintahan Umar bin Abdul Aziz.

Saat terpilih menjadi khalifah, beliau menyerahkan hartanya ke negara untuk menyejahterakan rakyatnya. Bahkan istrinya pun menyerahkan harta pribadinya karena pengaruhnya.

Ketakwaan Umar bin Abdul Aziz menular kepada rakyat yang dipimpinnya. Lihatlah perubahan pembicaraan yang ada di masyarakat di zaman tersebut.

Jika sebelumnya masyarakat banyak membicarakan harta, wanita, makanan, dan kekayaan, semua berubah setelah melihat prilaku Umar bin Abdul Aziz. Mereka asyik membicarakan keluarga Umar bin Abdul Aziz yang menjadi sorotan.

Kalau sebelumnya pembahasan mereka adalah bagaimana mendapatkan kekayaan, kini mereka mendiskusikan tips untuk mudah beribadah. Cara membentuk keluarga yang bertakwa seperti keluarga Umar bin Abdul Aziz.

Sejarah mencatat, kekhalifahan di masa Umar bin Abdul Aziz mencapai kesejahteraan yang tinggi. Sampai-sampai petugas zakat gagal menyalurkan zakat. Masyarakat sejahtera sehingga tidak ada yang mau menerima zakat. Sulit menemukan fakir dan miskin di zaman tersebut.

Masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, menjadi bukti bahwa kondisi suatu daerah akan tergantung dari ketakwaan dan kejahatan masyarakat yang ada di daerah tersebut. Semakin banyak orang yang bertakwa, semakin berkah daerahnya. Semakin banyak kemaksiatan, semakin dekat daerah tersebut dengan adzab.

Menguatkan Dominasi Kebaikan di atas Kejahatan

Jika keberkahan terasa seperti diangkat. Itu tanda keseimbangan telah bergeser ke kutub kemaksiatan. Perlu adanya gerakan meminta ampun untuk mengembalikan bandul berbalik ke kutub ketakwaan. Allah SWT berfirman:
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. (QS. Al-Anfal ayat 33)
Orang-orang yang bertakwa di suatu daerah pada dasarnya adalah pahlawan yang tidak terlihat. Mereka menjadi pencegah turunnya adzab. Mereka sibuk memintakan ampunan untuk masyarakat. Mereka adalah kunci pembuka keberkahan.

Saat bertemu ulama yang bertakwa, banyak yang senang mencium tangannya. Ada yang menuduh itu adalah "perbudakan".

Bagi penulis, mencium tangan ulama adalah ekspresi cinta. Cinta karena mereka mengajarkan kebaikan dan ketakwaan. Cinta karena mereka adalah orang-orang menjaga keseimbangan alam dari kerusakan.

Di dalam hadits disebutkan bahwa semut di dalam lubangnya dan ikan di laut, benar-benar mendoakan kebaikan kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. Para ulama layak mendapatkan doa dan rasa cinta. Mereka adalah "pilar langit" yang menghalangi turunnya bencana.

Wallahu a’lam bishshowab
Lebih lamaTerbaru

1 komentar

Translate