Borong Aja Semua

2 komentar
  

Suatu hari penulis mengunjungi rumah makan bersama istri. Menu yang disediakan yang menarik. Banyaknya pilihan makanan yang menggoda membuat sulit untuk menentukan pilihan. Kapasitas perut yang hanya cukup untuk satu porsi membuat penulis harus menentukan pilihan.

Menghadapi kondisi demikian, seperti biasa penulis dan istri memesan makanan yang berbeda. Dengan dua menu yang berbeda, kami bisa saling mencicipi dan mengetahui rasa dari masing-masing menu yang tersedia.

Hal yang sama juga dilakukan oleh anak-anak penulis jika pergi ke toko buku. Karena masing-masing hanya mendapat jatah membeli satu buku, mereka berunding lebih dahulu agar bisa membaca buku lebih banyak.

Sebelum membeli, mereka menyepakati buku-buku yang akan dipilih agar bisa dibaca bergantian. Meskipun jatahnya hanya satu buku, dengan cara ini mereka bisa mendapat kesempatan membaca beberapa buku. Meskipun hanya memberi jatah satu buku per anak, setiap kali ke toko buku, penulis harus membeli sampai tujuh buku.

Ketika disuguhkan beberapa pilihan, jika ada kesempatan untuk mengambil lebih dari satu tentu kesempatan itu sayang untuk dilewatkan. Semakin banyak pilihan yang diambil, maka semakin banyak pengalaman yang akan didapatkan. Tentu tidak sama ilmu pengetahuan orang yang hanya membaca satu buku dengan orang yang membaca beberapa buku.

Selain mengurangi rasa penasaran, mencoba berbagai pilihan akan memberikan banyak data. Data yang terkumpul akan menjadi informasi yang menimbulkan ilmu yang baru. ilmu inilah yang akan memperkaya pengalaman hidup.

Kualitas hidup manusia sangat ditentukan oleh ilmu yang dimiliki. Semakin banyak ilmu yang dikuasai, maka semakin mudah ia menjalani kehidupan yang lebih baik. Lihatlah mereka yang sukses. Hampir sebagian besar kesuksesan disebabkan atas kelebihan ilmu yang mereka miliki.

Banyaknya ilmu berbanding lurus dengan semakin banyaknya seseorang mencoba berbagai hal. Bahkan untuk satu pekerjaan yang sama, jika dilakukan dengan cara yang berbeda, akan timbul ilmu yang baru. Tidaklah sama ilmu seseorang yang melakukan sesuatu dengan satu cara dengan seseorang yang melakukannya dengan berbagai cara.

Ada soal-soal matematika yang dapat dipecahkan dengan jalan yang berbeda-beda. Semakin ahli seseorang dalam matematika, maka semakin banyak cara yang bisa ia pakai untuk mengerjakan soal yang sama. Ibarat berenang, ia bisa menggunakan gaya kupu-kupu, gaya katak, gaya lumba-lumba, gaya punggung dan gaya lainnya.

Berilah kopi kepada seorang barista. Dengan teknik yang berbeda ia bisa mengolah kopi yang sama menjadi minuman kopi yang berbeda sensasinya. Barista memiliki alat-alat seperti AeroPress, FrenchPress, Turkish, Pour-Over yang membuat mereka bisa menyeduh kopi dengan cara yang berbeda.

Dengan alat yang dikombinasikan dengan suhu dan kekasaran serbuk kopi, barista bisa menghasilkan rasa dan aroma kopi sesuai dengan pesanan yang diinginkan. Diperlukan banyak teknik untuk menghasilkan banyak rasa.

Albert Einstein berkata, "Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda." Kalimat ini mengharuskan seseorang untuk memodifikasi caranya untuk mendapatkan hasil yang berbeda.

Salah satu nilai yang dibudayakan di Kementerian Keuangan adalah nilai "kesempurnaan" yang diterjemahkan berupa upaya senantiasa melakukan upaya perbaikan di segala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik. Konsep kesempurnaan ini mirip dengan konsep kaizen yang dianut bangsa Jepang.

Bagaimana seseorang akan bisa mencapai kesempurnaan jika tidak pernah mencoba cara lain untuk menemukan metode yang terbaik? Bagaimana bisa disebut sempurna jika yang dikuasai hanya satu teknik saja?

Kesempurnaan pengetahuan terhadap sesuatu akan didapatkan jika seseorang sudah melihat setiap detil bagiannya. Seorang montir yang hebat harus menguasai sistem pengapian, sistem pelumasan, sistem bahan bakar, sistem pendinginan, sistem udara, dan sistem lainnya untuk memperbaiki kendaraan.

Meskipun montir sudah puluhan kali memperbaiki sistem pengapian, jika ia belum pernah belajar sistem udara, ia akan pusing tujuh keliling bertemu kendaraan yang mengalami masalah udara. Kendaraan tidak akan menyala jika udara tidak dapat masuk ke ruang pembakaran. Kendaraan baru bisa menyala jika bahan bakar, udara, dan percikan api bertemu di ruang pembakaran.

Belajar agama juga membutuhkan kesempurnaan. belajar tidak cukup dengan hanya mengetahui satu sisi saja. Agar seseorang dapat memanfaatkannya secara maksimal, ia harus mengetahui sistem-sistem yang melingkupinya.

Contohnya adalah belajar tentang Al-Quran. Di dalam sebuah hadits diceritakan bahwa seseorang yang ahli tentang masalah Al-Quran akan memiliki kedudukan yang tinggi. Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia.” Kemudian para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” beliau menjawab, “Para Ahli Quran, merekalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
Pertanyaannya adalah, siapakah yang disebut ahli Quran tersebut? Apakah yang ahli dalam cara membacanya? Atau ahli dalam mengerti artinya? Atau ahli dalam artian mampu menghafalnya? Ataukah mereka yang bersemangat menjalankan nilai-nilainya?

Ada ulama yang mengatakan bahwa status ahli Quran memang bisa didapatkan dari berbagai sisi. Ada yang karena mampu menghafalnya, ada juga yang karena kemampuan memahami isi Al-Quran. Namun, untuk memastikan janji Rasulullah SAW dapat diraih, bagaimana kalau semuanya diborong saja. Membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkannya.

Banyak yang bersemangat belajar membaca Al-Quran. Namun, ia berhenti dan merasa puas ketika sudah bisa membacanya. Ia tidak melanjutkannya untuk mempelajari artinya dengan membaca terjemahan atau tafsirnya.

Ada juga yang berhenti mempelajari Al-Quran setelah selesai menghafalnya. Apa iya tujuan Al-Quran diturunkan hanya sekedar untuk dibaca dan dihafalkan saja? Lalu dimana fungsi Al-Quran sebagai petunjuk hidup?

Salah satu doa yang sering dibaca setelah khatam membaca Al-Quran adalah sebagai berikut:
Allahummarhamni bilquran, Waj 'alhu li imamaw wanuro wahudaw warohmah. Allahuma dzakiirni minhu ma nasitu, wa’allimni minhuma jahiltu. Warzuqni tilawatahu ana alaihi wa athrofan nahar, waj alhu li hujjatan ya robbal alamin. (Ya Allah rahmatilah aku dengan Al-Quran, jadikanlah Alquran bagi aku sebagai panutan, cahaya, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah ingatkan aku andaikan terlupa dari ayat-ayat Al-Quran, ajarkan aku dari padanya yang aku belum tahu. Karuniakanlah kepadaku untuk bisa membaca Al-Quran di tengah malam dan siang hari, jadikanlah Al-Quran bagiku sebagai pedoman wahai Tuhan semesta alam.)
Dari doa tersebut dapat disimpulkan bahwa Al-Quran memiliki beberapa fungsi. Al-Quran dapat memberikan rahmat, menjadi cahaya, dan pedoman hidup. Di dalam ayat dan hadits lain juga disebutkan bahwa Al-Quran merupakan obat baik secara fisik dan rohani. Jadi untuk dapat memaksimalkan fungsi Al-Quran, manusia harus memanfaatkannya dari berbagai macam sisi. Jangan puas dengan memilih satu cara saja.

Perlunya untuk mencapai kesempurnaan membuat orang tua harus bijak dalam menggantungkan cita-cita anak. Jika cita-cita anaknya hanya sekedar menjadi penghafal Al-Quran, maka ia akan menghentikan langkahnya begitu sudah menghafalnya. Ia tidak akan terus melangkah mempelajari artinya untuk menjadi ulama.

Memang cita-cita yang terlalu tinggi akan meruntuhkan semangat. Cita-cita seorang anak, secara bertahap perlu ditingkatkan sesuai kemampuannya. Jika sudah tiba saatnya, bisikkan kepada mereka, "Borong aja semua!"

*Wallahu a'lam bishshowab*
Lembar Nasihat
Blog ini bermula dari kumpulan tulisan buletin Jumat Mushola KPP Pratama Tenggarong. Buletin jumat diterbitkan untuk Karyawan Muslimin/Muslimah di KPP Pratama Tenggarong. Agar dapat dibaca oleh pembaca yang lebih luas, serta adanya revisi yang harus dilakukan, tulisan-tulisan tersebut ditampilkan kembali dalam blog.

Related Posts

2 komentar

  1. Masya Allah semoga suatu saat bisa memborong semua fungsi dari membaca Al Qur'an ya Allah

    BalasHapus
  2. Syukron tulisannya ustadzku.

    BalasHapus

Posting Komentar