UXGwYckfCgmqHszQE5iamiTBKMiIQBNym46UNkvU
Lembar Nasihat

Tenang, Tunggu Saat yang Tepat

   

"Ini sudah atau belum Tante? Dimasukkan sekarang tepungnya?", Sri yang sedang belajar membuat kue bolu bertanya. Tantenya menengok ke arah telur yang diaduk Sri dengan mixer. Sambil melapisi loyang dengan mentega, tantenya berkata, "Sebentar lagi."

Jika tepung dimasukkan ke dalam telur yang belum mengembang sempurna, kue akan bantat dan keras. Tepung baru dimasukkan ketika gelembung-gelembung udara yang ditangkap telur sudah maksimal.

Saat tepung sudah dimasukkan, adonan jangan diaduk terlalu lama. Cukup sebentar saja, yang penting tercampur merata. Jika diaduk terlalu lama, akan terbentuk jaringan gluten yang berlebihan sehingga kue menjadi keras.

Saat adonan akan dimasukkan ke dalam oven, pastikan oven sudah dipanaskan. Jika adonan dimasukkan saat oven belum panas, gelembung udara terlanjur pecah kembali sehingga kue mengempis. Selain itu, mentega di dalam adonan terlanjur mencair dan turun ke bawah. Akibatnya bagian bawah kue akan keras dan berminyak.

Saat sudah matang, kue bolu harus segera dikeluarkan dari oven. Terlambat mengeluarkan bisa mengurangi kualitasnya. Terlalu lama memanggang bisa membuatnya kering, keras, dan menyusut. Terlalu lama juga bisa mengakibatkan gosong sehingga menjadi pahit.

Di sisi lain, jika terlalu cepat mengeluarkan dari oven, kue bolu belum matang sempurna. Bagian dalamnya masih basah, tercium amis telur, dan kulit luarnya menjadi mengerut saat sudah dingin. Untuk menguji kematangannya, biasanya ditusuk dengan sebatang lidi. Jika lidi masih basah, berarti bagian dalamnya belum matang sempurna.

Kegagalan-kegagalan kue bolu yang diuraikan di atas semuanya terkait waktu yang tidak tepat. Terlalu cepat memasukkan tepung, terlalu lama mengaduk adonan, terlalu cepat memasukkan ke dalam oven, dan terlambat mengeluarkannya akan mempengaruhi kualitas kue bolu.

Momen yang Sempurna untuk Hasil yang Maksimal

Banyak hal yang keberhasilannya ditentukan dengan waktu yang tepat. Terlalu cepat tidak baik, terlambat pun tidak baik. Itu sebabnya muncul istilah-istilah yang berkaitan dengan waktu yang tepat seperti golden time, golden age, golden hour, golden period, momentum, prime time, sweet spot, best time, dan lain-lain.

Waktu yang tepat akan memberikan hasil yang maksimal. Itu sebabnya tidak semua doa langsung dikabulkan. Syekh Ibnu Atha'illah As-Sakandari di dalam kitab Al-Hikam berkata:
Janganlah karena keterlambatan datangnya pemberian-Nya kepadamu, saat engkau telah bersungguh-sungguh dalam berdoa, menyebabkan engkau berputus asa. Sebab Dia telah menjamin bagimu suatu ijabah (pengabulan doa) dalam apa-apa yang Dia pilihkan bagimu, bukan dalam apa-apa yang engkau pilih untuk dirimu. Dan pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau kehendaki. (Al Hikam Pasal 6)
Saat seseorang berdoa, belum tentu apa yang ia minta adalah yang terbaik. Selain itu, belum tentu waktu yang ia inginkan adalah waktu yang terbaik. Allah SWT yang Maha Mengetahui sekaligus yang Maha Penyayang akan memilihkan opsi yang terbaik serta waktu yang tepat dalam mengabulkan doa.

Ditundanya Pengabulan Doa adalah salah Satu Bukti Cinta

Terlambatnya pengabulan doa adalah bentuk kasih sayang Allah SWT. Mereka yang mengenal Allah SWT dengan baik, tidak merasa sedih jika doanya lama baru dikabulkan. Mereka tahu itu adalah waktu yang terbaik yang dipilihkan oleh Allah SWT.

Ada yang berdoa ingin diberi kesempatan untuk menghafal Al-Quran. Selama ini ia disibukkan dengan pekerjaan yang membuatnya tidak sempat membaca Al-Quran. Ternyata waktu tersebut datang saat sudah tua.

Kenapa baru dikabulkan setelah tua? Bukankah menjadi hafidz Al-Quran di saat muda lebih baik? Bisa jadi baru dikabulkan karena menunggu kematangan jiwa sehingga bisa ikhlas dalam menghafal. Bisa jadi di saat muda jiwa narsisnya masih menggelora sehingga motivasinya menghafal A-Quran terkotori dengan ingin dipuji. Ia akan riya sehingga hilang pahalanya.

Ada yang berdoa ingin menjadi kaya. Namun, kekayaan itu baru datang setelah waktu yang lama. Setelah orang-orang di sekelilingnya lebih dulu menikmati kekayaan.

Kenapa baru dikabulkan? Bukankah jika segera kaya, bisa segera berinfak? Bisa jadi ia menjadi sombong ketika memiliki kekayaan di saat orang-orang di sekelilingnya belum kaya. Ia merasa pintar dan hebat karena lebih kaya daripada orang-orang di sekelilingnya.

Ada yang berdoa ingin segera diberikan jodoh. Namun, doa tersebut dikabulkan lebih lambat dibandingkan teman-temannya yang berumur sama.

Kenapa baru dikabulkan? Bukankah cepat menikah berarti cepat mendapat pahala berkeluarga? Bisa jadi di saat muda ia masih memasang standar pasangan yang tinggi. Ia menginginkan pasangan yang ideal dan sempurna. Saat ia sudah menikah dan menemukan ternyata pasangannya tidak ideal, ia marah dan menderita.

Bisa jadi jodohnya tertunda sampai saat ia sudah menurunkan standar keinginannya. Turunnya standar yang ditetapkan membuat ia bisa menerima kondisi pasangannya. Ia lebih mudah bersyukur dan bahagia dengan pasangannya.

Ada yang berdoa ingin segera memiliki keturunan. Namun, amanah tersebut baru didapatkannya setelah tertunda lama. Bisa jadi ia belum memiliki kesiapan dan kesabaran sebagai orang tua. Di saat ia sudah menjadi orang yang lebih sabar, di saat itulah waktu yang tepat untuk menjadi orang tua yang hebat.

Doa adalah Penghubung antara Makhluk dengan Khalik

Dalam suatu riwayat, Umar bin Khattab berkata, "Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa."

Berdoa adalah ibadah. Bagi para kekasih Allah SWT, berdoa adalah kesempatan untuk bermesraan dengan Allah SWT. Dikabulkan doa bukanlah hal yang penting buat mereka. Yang lebih penting bagi mereka bisa berbincang-bincang dengan Allah SWT.

Kenapa doa Anda tidak segera dikabulkan? Bisa jadi Allah SWT senang mendengar Anda berdoa dan bermesraan denganNya. Ketika Anda telah menjadi kekasihNya, itulah saat yang tepat untuk mengabulkan doa Anda.

Wallahu a’lam bishshowab
Lebih lamaTerbaru

1 komentar

Translate