UXGwYckfCgmqHszQE5iamiTBKMiIQBNym46UNkvU
Lembar Nasihat

Sekali Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui

    

Teman Penulis memiliki kebiasaan mengendarai kendaraan sambil mendengarkan ceramah dari radio.  Di saat ia mencapai tujuan perjalanan, dalam waktu yang bersamaan, ilmunya bertambah.

Tiba-tiba ia berpikir, bisa jadi ada orang lain yang sedang sibuk melakukan pekerjaan sehingga tidak sempat membaca buku. Muncul ide untuk membacakan buku bagi orang-orang yang sibuk bekerja atau sedang dalam perjalanan seperti yang ia alami.

Ia kemudian mencari buku yang best seller untuk dibacakan dan direkam. Pilihan buku yang laris dibeli orang tentu menjadi indikasi bahwa banyak orang yang telah mendapat manfaat darinya. Buku yang banyak direkomendasikan.

Ia kemudian membuat chanel Youtube dengan nama Tarbusy TV dan mengunggah rekaman-rekamannya. Masih amatir katanya dengan malu-malu. Memang tampilan videonya terkesan monoton. Namun, karena targetnya hanyalah membacakan buku untuk orang lain, maka tampilannya, sementara di rasa cukup.

Seperti kata pepatah, "Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui." Mengerjakan satu pekerjaan tetapi mendapatkan beberapa hasil sekaligus. Dengan niat membacakan buku untuk orang lain, ia merasa mendapat beberapa manfaat.

Pertama ia memang ingin membaca buku tersebut. Ia membaca karena memang membutuhkannya. Ia

ingin mendapatkan manfaat dari buku yang banyak merubah sudut pandang banyak orang tersebut.

Kedua sambil membaca, ia merekamnya untuk dibagikan kepada orang lain. Ini akan sangat membantu mereka yang tidak memiliki bukunya. Ini juga sangat berguna bagi mereka yang memiliki kelebihan dalam audio.

Orang yang memiliki kelebihan audio lebih cepat memahami pelajaran dengan mendengar daripada membaca. Saat mempelajari sesuatu dengan membaca buku, mereka harus mengulangnya beberapa kali untuk faham. Namun, jika pelajaran tersebut disampaikan dengan mendengarkan seseorang yang menjelaskan, ia dengan mudah memahaminya.

Hal ketiga yang teman penulis dapatkan dari merekam suaranya adalah ia memiliki sesuatu yang diwariskan jika kelak ia harus meninggalkan dunia. Ia berkata bahwa hidup terasa tidak berarti jika seseorang pergi meninggalkan dunia tetapi tidak meninggalkan sesuatu yang berguna untuk dunia.

Banyak manusia yang meninggalkan monumen yang membuatnya dikenang meskipun telah tiada. Ada yang berupa masjid, panti asuhan, sekolah, dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Ada pula monumen yang tidak berupa barang, namun terus mengalir dari generasi ke generasi berupa ilmu pengetahuan. Seperti Imam Bukhori yang turut berjasa meneruskan ucapan Nabi Muhammad SAW agar terus bertahan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Merekam suara untuk membacakan kitab-kitab yang berharga adalah salah satu bentuk amal jariyah. Suara yang akan mempertahankan pengetahuan yang telah didapat dari kerja keras manusia yang memikirkannya. Yang akan membuat pengetahuan terus bertahan melewati batas generasi.

Keuntungan keempat yang didapatkan teman penulis

dengan merekam suaranya adalah menghemat tenaga. Cukup satu kali membaca, maka itu bisa digunakan berkali-kali. Ribuan orang yang ingin dibacakan buku tersebut, cukup memutar kembali rekamannya.

Ia tidak perlu capek-capek membacanya kembali. Cukup menunjukan linknya, kemudian bisa menarik selimutnya untuk meneruskan tidurnya. Biarlah Youtube yang menggantikan dirinya untuk membacakannya.

Merekam suara untuk digunakan berkali-kali adalah perbuatan yang sesuai dengan prinsip efisiensi. Lawannya adalah in-efisiensi, yaitu melakukan pekerjaan yang berulang-ulang hanya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Seperti anak bungsu penulis yang membuat petugas bandara tertawa karena harus beberapa kali mengulangi melewati detector. Ia memiliki banyak kantong yang berisi benda-benda yang membuat detector berbunyi.

Pepatah sekali mendayung, dua tiga pulau terlampui memiliki arti yang sedikit berbeda dengan multitasking. Pepatah tersebut artinya adalah hanya mengerjakan satu pekerjaan saja. Sedangkan multitasking adalah mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.

Contoh multitasking adalah seorang ibu yang memasak dengan dua kompor. Kompor pertama menggoreng ikan dan kompor kedua memasak sayur. Meskipun selesai pada waktu yang bersamaan, pada hakikatnya ia tetap mengerjakan dua pekerjaan.

Berbeda dengan seorang ibu yang menggunakan satu kompor dalam menanak nasi dan merebus telur. Jika ia menaruh di atas beras yang ia masak beberapa telur, maka ia akan mendapat nasi dan telur rebus dengan hanya mengerjakan satu pekerjaan. Ini adalah perbuatan yang lebih tepat untuk istilah sekali dayung.

Salah satu yang diajarkan para ulama untuk mendapatkan beberapa hasil dalam satu pekerjaan adalah dengan mengolah niat. Contohnya adalah niat dalam membaca Al-Quran.

Al-Quran adalah mukjizat yang memiliki beberapa keutamaan. Ia adalah obat dari berbagai macam penyakit. Ia juga menjadi sebab turunnya rahmat. Allah SWT berfirman:
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus ayat 57)
Ada orang yang membaca Al-Quran untuk mendapatkan pahala. Ada yang menggunakannya untuk meruqyah dirinya. Ada juga yang membaca karena ingin mentadaburi artinya. Ada yang menjadikan bacaan Al-Quran sebagai dzikir agar lebih dekat kepada Allah SWT. Ada juga yang membaca karena berusaha menguatkan hafalannya.

Beberapa pekerjaan tersebut di atas dilakukan dengan cara yang sama yaitu membaca Al-Quran. Oleh karena itu ia bisa menggabungkan niatnya dalam satu pekerjaan yang sama yaitu membaca Al-Quran. Al-Quran adalah sarana yang bisa digunakan untuk mendapat banyak manfaat. Bahkan ada artikel yang membahas tujuh puluh niat dalam membaca Al-Quran.

Contoh lainnya adalah sholat sunah qobliyah yang dilakukan seseorang yang baru masuk masjid. Ia bisa menggabungkan niatnya untuk sholat tahyatul masjid. Seperti juga puasa ayyamul bidh yang jika harinya bertepatan pada hari senin atau kamis. Ia bisa mendapat dua pahala puasa sunah dalam satu puasa jika diniatkan bersamaan.

Nabi bersabda:
Sedekah kepada orang miskin hanya mendapatkan pahala sedekah saja, sedang sedekah kepada sanak kerabat mengandung dua keutamaan, yaitu sedekah dan menyambung tali kekerabatan. (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa'i, dan Ibnu Majah)
Hadits Nabi di atas menunjukkan bahwa manusia bisa mendapatkan beberapa pahala dari pekerjaan yang sama. Tergantung seberapa pandai ia mengatur niatnya. Sebaliknya, meskipun ia mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus, tetapi tidak menyertakan Allah SWT dalam niatnya, maka ia tidak akan mendapat pahala.

Di dalam berbisnis, manusia akan memilih bisnis yang paling menguntungkan. Jika ada kesempatan untuk menentukan pilihan, bisnis yang paling banyak manfaatnya tentu akan menjadi pilihan. Demikian juga dalam beramal. Amal yang paling banyak memberikan efek kebaikan tentu akan lebih diutamakan. Amal yang sekali dayung namun berhasil melewati dua tiga tujuan.

Semua pekerjaan yang dilakukan manusia untuk kepentingan dunia, pada dasarnya bisa secara simultan digunakan untuk kepentingan akhirat. Makan, tidur, berolahraga, mencari penghasilan bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk mencari ridho Allah SWT.

Gus Baha mengatakan bahwa hukum tidur belum tentu mubah. Ia tergantung niat pelakunya. Seseorang yang digoda oleh setan untuk bermaksiat kemudian memilih tidur agar tidak tergoda, maka tidurnya menjadi wajib. Karena ia melakukan hal yang wajib, maka tidurnya berpahala.

Sebaliknya jika tidurnya disebabkan karena niatnya meninggalkan yang wajib, maka ia bisa menjadi dosa. Misalnya seseorang memilih tidur daripada melakukan sholat isya, padahal ia mampu untuk sholat isya lebih dahulu, maka tidurnya menjadi bermasalah.

Kemampuan mengelola niat inilah yang membuat manusia bisa menjadi khalifah di muka bumi sekaligus menjadi hamba Allah SWT. Manusia bisa memakmurkan bumi, sekaligus beribadah kepada Allah SWT.

Semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi kekasih Allah SWT dengan menggunakan pekerjaanya. Para ulama menjadi Wali Allah SWT dengan cara mengajar masyarakat. Para pemimpin menjadi Wali Allah SWT dengan cara mensejahterakan masyarakat. Semua memiliki modal dayung yang sama.

Wallahu a'lam bishshowab

2 komentar

  1. Barakallahu fikk Ustadz

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah barokalloh trims atas tulisan2nya tadz berkah selalu

    BalasHapus
Translate